Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Agustus 2013

Perang cyber antara hacker Indonesia dan Bangladesh dimulai





Perang cyber antara hacker Indonesia dan Bangladesh dimulai

Reporter : Dwi Andi Susanto
Selasa, 30 Juli 2013 13:28:22
Perang cyber antara hacker Indonesia dan Bangladesh dimulai


ExploitLabz - Ratusan bahkan ribuan 'amunisi' yang diluncurkan oleh komunitas peretas atau hacker dari Bangladesh menghantam banyak sekali situs-situs Indonesia. Berang, hacker Indonesia menyerang balik.

Menurut beberapa fanspage baik dari hacker Indonesia atau juga Bangladesh serta beredarnya banyak twit di Twitter yang mengatakan bahwa hacker-hacker dari Bangladesh mulai menyerang situs-situs Indonesia.

Bahkan dari fanspage Bangladesh Grey Hat Hackers (BDGHH) menyatakan bahwa sebenarnya mereka tidak ingin menyerang Indonesia apabila hacker-hacker tanah air tidak memulainya terlebih dahulu.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu admin di BGHH yang memiliki ID Rotating Rotor. Dia menuliskan bahwa hacker Indonesia telah salah memilih lawan dan akan menjadi kesalahan besar dalam sejarah mereka (Indonesia).

"Kita akan membuat cyberspace mereka seperti Neraka...Banyak situs di Indonesia akan kami jadikan sampah...Mereka menunjukkan kemampuannya, sekarang gantian kita...Beberapa jam kemudian, nama BD Grey Hat Hacker akan terpampang di seluruh situs Indonesia," tulis Rotating Rotor (28/07).

Ternyata, pihak BDGHH tidak sekadar jual omongan saja, mereka buktikan dengan tumbangnya banyak sekali situs-situs Indonesia, mulai dari situs pemerintahan, situs komersil sampai situs pribadi.

Namun, tidak seberapa lama, serangan balasan bertubi-tubi mengarah ke Bangladesh. Serangan gabungan dari hacker Indonesia meluncur dan merontokkan banyak sekali situs Bangladesh.

Dari pihak Bangladesh mengatakan bahwa pihak Indonesia-lah yang memulai, namun dari pihak Indonesia mengatakan bahwa Bangladesh sengaja memulai perang dengan memfitnah Indonesia sebagai antek Israel.

Belum diketahui siapa yang memulai dan motif apa yang menjadikan cyber-war atau perang cyber antara dua negara ini berkecamuk.


Refrensi : Merdeka.com

Situs Bareskrim Polri Diretas, Ini Tanggapan Sutarman






ExploitLabz - Peretas situs  www.bareskrim.polri.go.id, yang menggunakan nama "pra5astea", mencantumkan link berisi berita mengenai pernyataan Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman bahwa hacker tak mungkin meretas situs Bareskrim karena sistem pengamanan yang kuat. Menanggapi hal itu, Sutarman justru mengatakan bahwa situs apa pun memang bisa diretas.

"Semua situs bisa di-hack atau diretas," jawab Sutarman melalui pesan singkat, Rabu (31/7/2013).

Peretas bernama "pra5astea" seolah ingin membuktikan pernyataan jenderal bintang tiga itu. Sutarman mengatakan, Cyber Crime Polri akan mengungkap peretas situs Bareskrim Polri. "Kami akan ungkap pelakunya," kata Sutarman.

Seperti diberitakan sebelumnya, situs Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian RI diretas, Rabu (31/7/2013). Tak diketahui, sejak kapan situs www.bareskrim.polri.go.id itu diretas. Tetapi, pada hari ini, pukul 13.00 WIB, situs itu masih dibajak.

Halaman situs menjadi berlatar hitam, dengan dipasangnya gambar burung garuda dengan dasar bendera merah putih.




Peretas, yang mengaku "pra5astea", membubuhkan serangkaian tulisan sebagai berikut : 
"LIHATLAH MERAH PUTIH BERTAHTAKAN GARUDA YANG SEMPURNA. MENGARTIKAN BERANI, SUCI HATI DAN JIWA. MELAMBANGKAN BESAAAARRRR, GAGAH, DAN PERKASA. YA !!! INILAH BENDERA DAN LAMBANG NEGARAKU YANG INDAH NAN DIAGUNGKAN. TAPI KINI DIA SEDANG MENANGIS, MEMBAYANGKAN KAPAN "BERAKHIRNYA" KEBOBROKAN INI. DEMI TUHAN, DOA(NYA) YANG SELALU BERGEMA DEMI UMAT MANUSIA DI INDONESIA. HENTIKANLAH WAHAI TUAN, MUSNAHKAN KETIDAKSEIMBANGAN INI, HILANGKANLAH KEBIASAAN-KEBIASAAN YANG AKAN MEMBUAT KERUGIAN, SIRNAKAN :'(". BERPIHAKLAH PADA RAKYAT DAN NEGARA, DEMI IBU PERTIWI TERCINTA, KEMBALI KITA TERBANGKAN BERSAMA. SAYA "pra5astea" MEMOHON MAAF ATAS KELANCANGAN INI...DEMI KATA-KATA DISEBUAH SUMBER INI" (mencantumkan sebuah link)

Link yang ditautkan peretas berisi berita mengenai pernyataan Sutarman pada Januari 2013 yang menyatakan bahwa hacker tak mungkin meretas situs Bareskrim. Sutarman meyakini, situs Bareskrim memiliki sistem pengamanan yang kuat.  

Refrensi : Kompas

Hacker RI dan Hacker Bangladesh Saling Ancam


ExploitLabz - Kelompok komunitas hacker atau peretas asal Bangladesh, Bangladesh GREY HAT Community menyatakan akan menyerang situs-situs atau website di Indonesia. Komunitas itu mendiskusikan secara terang-terangan bahwa sasaran mereka saat ini adalah situs-situs website berasal dari Indonesia.

Mereka berdalih banyak hacker asal Indonesia merusak situs-situs dari Bangladesh, namun permintaan hacker Bangladesh itu tidak digubris. Sontak saja tuduhan ini ditepis hacker Indonesia, Selasa 30 Juli 2013. Misalnya akun Facebook asal Indonesia dengan nama Frans Mangarahut Situmorang yang tergabung dalam Hacker Crystalova membantah tuduhan hacker Bangladesh.

"Itu bohong, yang duluan menyerang hacker mereka kepada situs Indonesia. Makanya hacker Indonesia balik menyerang," ujar akun tersebut dalam akun fanpage ExploitLabz di Facebook.

Akun itu juga membeberkan hacker Indonesia mayoritas melancarkan serangan dengan cara DOS dan mengubah tampilan (deface) kepada website Bangladesh.
Sebelumnya, ExploitLabz sempat mencoba mengikuti perbincangan chatting ancaman hacker Bangladesh.

"Indonesia tidak berhenti meretas situs-situs kami. Kali ini saya akan membawa neraka ke situs-situs di Indonesia," ujarnya, saat bincang-bincang dengan ExploitLabz melalui fasilitas chatting di Facebook.

Hacker tersebut menjamin, kurang lebih 24 jam orang Indonesia akan melihat tanda BD Gray Hat di seluruh dunia maya Indonesia. "Kami akan melakukan pertunjukan," janjinya.

Saat ditelusuri ExploitLabz, tautan yang diberikan Rotating untuk melihat bukti keseriusan mereka, salah satu situs di Indonesia beralamat pa-bawean.go.id telah berhasil ditembus. (eh)

Refrensi : VivaNews

Hacker Bangladesh dan Indonesia Sepakat Berdamai



Exploitlabz - Komunitas hacker atau peretas Gray Hat Community dari Bangladesh menyerukan damai terhadap komunitas peretas di Indonesia.

Secara terbuka, para peretas yang menamakan dirinya BD Gray Hat Hacker menuliskan kesepakatan damai yang ditempuh oleh Komunitas Besar Hacker di Indonesia, yakni Indonesia Fighter Cyber (IFC).
Saat ini, admin komunitas hacker dari Bangladesh secara tertulis membuat kesepakatan damai untuk komunitas hacker Indonesia.
Berikut keterangan Siyam Rotating Rotor Hasam alias Rotating Rotor kepada IFC:

Assalamu Alaikum,,,First of all take my greetings of Ramadan...

As you all know we are in a cyber war with the Hacker's of your country..You guys only knew that we are defacing your countries sites..You guys are muslims & we also...Basically we BD Grey Hat Hackers doesnt deface BD sites and muslim countries sites...

Now you can ask if we dont deface muslims sites then why we are attacking Indonesian sites...???

Believe me,, "WE ARE FORCED TO DO SO BY YOUR HACKING TEAMS "...

This is not the first time..Your Hacking teams wanted war with us several times before. But we showed too much patience.We also told them we dont want war with muslim's... They even replied,"Thats not the matter of religion"...Now you judge...

This war started when your hackers are continuously using slang on us..They deleted all the Hacking tutorials on our group and wrote slang... but we didnt attacked..

4-5 Indonesian team unitedly started attaking suddenly on us as well as our cyberspace.. but we didnt attacked..

When we saw they are not stopping then we have started attacking.. We can consider our prestige,but we cant consider our countries prestige...

We are getting thousand requests from many Indonesian's to stop the attack..We feel hurt after seeing this.. We decided to stop...But before posting the statement..Indo Hackers defaced our sites again...Then we changed our mind and continue to attack..

I already gave proof that we can attack your cyberspace with malwares and viruses...but we didnt...cause you are muslims...

Im sorry..Right now we are just only defacing...If your Hackers didnt stop we are going to inject malwares and viruses to all of your e-commerce sites and destroy your e-commerce system...

We already gain access to many of your servers, We just observing your Hackers activities...

Believe me..I swear..We have the capabilities to continue this war for minimum 6 months...We got access to your unlimited servers...

Now, I request all of you..Not to send msg's to us... Ask your Hackers to shut their mouth...Then everything will be fine...

We will stop,When your Hackers will stop...

We have some simple demands....We will let you know soon...

Thanks...

Rotating Rotor
Admin
Bangladesh Grey Hat Hackers..

Sementara komunitas peretas asal Indonesia, IFC pun melalui adminnya mengaku telah membuat kesepakatan damai dengan Rotating Rotor. "Kami sudah melakukan komunikasi dengan Rotator, dan dia setuju untuk damai," kata Adi, alias M2404, admin dari IFC, pada Exploitlabz, tadi malam, 30 Juli 2012.

Adi menuturkan, IFC terdiri dari beberapa komunitas hacker di Indonesia. Dan, IFC juga telah memberitahukan kepada kelompok peretas di Indonesia agar menghentikan serangan DDoS (distributed denial of service) ke Bangladesh.

"Tapi, jika mereka tidak setuju, kami akan terus melancarkan DDoS ke Bangladesh" kata Adi.

Untuk diketahui, jenis serangan DDoS bekerja dengan membanjiri lalu lintas server sehingga memacetkan pesan masuk. Kondisi ini membuat jaringan komputer melambat, padat, karena banyaknya trafik yang masuk. Dalam skala besar, serangan ini kerap memberikan merusak jaringan perbankan, finansial, dan telekomunikasi.

Pernah Damai

Adi menjelaskan, sebelum terjadi perang dunia maya pada Minggu 28 Juli 2013 silam, upaya damai sempat ditempuh para anggota IFC dan disetujui oleh admin mereka, yakni Rotating Rotor. Namun, ada peretas Bangladesh yang ingkar dengan kesepakatan yang telah dibuat itu.

"Jalan kami bukan deface atau meretas situs mereka, tapi melancarkan serangan terbesar dengan cara DDoS, jika kesepakatan hari ini mereka ingkari lagi," ujarnya.

Secara terpisah, komunitas lain dari Bangladesh muncul. Mereka menamakan dirinya BD Black Hat Hacker. Salah satu anggotanya, Scripted Haxor, mengklaim pada Exploitlabz telah meretas 10 situs asal Indonesia.

"Hi bro, we are not BD Gray Hat Hacker, but BD BLACK Hat Hacker. Remember, not Gray, but we are Black," kata Scripted.

Menurut Scripted, saat ini memang pihaknya akan terus melancarkan serangan, dan itu juga untuk memperingatkan bagi pemilik situs yang tingkat keamanannya rendah.

"Untuk sementara kami akan memberikan pesan jejak kami terhadap situs-situs yang rentan, dan kami tak akan berhenti," ujar Scripted.

Scripted menjelaskan pada, aksi ini merupakan reaksi dari situs Kepresidenan Bangladesh yang dihantam serangan DDoS asal Indonesia.

"Bangabhaban.gov.bd", itu situs kepresidenan, dihantam oleh peretas asal Indonesia. Kami semakin berang saat DDoS juga menghantam bangladesh.gov.bd," katanya.

Menurut pengamatan Exploitlabz, perang siber antara indonesia dan Bangladesh masih berlangsung sampai saat ini, kedua pihak masih melancarkan serangan. Di dalam arsip data ZONE-H.org, tercatat ada ratusan situs Indonesia diretas peretas Bangladesh.

Refrensi : VivaNews

Hacker Bangladesh yang Mulai Duluan!



Exploitlabz - Seorang hacker atau peretas asal Indonesia yang dikenal dengan identitas BlackOne mengatakan perang siber antara grup hacker Bangladesh dan Indonesia bukanlah "perang besar" antara hacker dua negara, melainkan dua kelompok peretas.

"Ini hanya perang antara dua tim, yaitu IFC (Indonesia Cyber Fighter) dan BDGH (Bangladesh Grey Hat). Jadi, tidak seperti yang digembar-gemborkan," ujar BlackOne, pada Exploitlabz 1 Agustus 2013.

Kekhawatiran BlackOne yang merupakan salah satu anggota ZCompany Hacking Crew bukan tanpa sebab. Dia mengaku sangat khawatir banyak peretas "baru lahir" dari Indonesia yang tanpa tahu duduk masalah langsung men-deface (menyusup dan mengubah tampilan) website-website dari Bangladesh secara membabi-buta.

"Bukannya menyelesaikan masalah, tapi malah memancing perang lagi karena terprovokasi oleh berita. Padahal, di Bangladesh sendiri, banyak juga tim yang support Indonesia, seperti BCA (Bangladesh Cyber Army) dan Expire," ungkap BlackOne.

Dia juga mengatakan, sebab-musabab terjadinya perang siber saat ini dimulai oleh pihak BDGH. Memperkuat pernyataannya, peretas yang berdomisili di Denpasar-Bali ini pun membawa bukti screenshot yang memperlihatkan bahwa salah satu admin BDGH secara sengaja meretas situs-situs dari Indonesia.


"Di sana dia bilang bahwa dia melakukan deface Website secara acak. Tapi, hampir 90 persen dari situs-situs tersebut berasal dari Indonesia," kata BlackOne.

"Ini sekaligus meluruskan berita-berita sebelumnya, di mana admin BDGH, "Rotating Rotor" mengaku perang ini dimulai gara-gara hacker asal Indonesia menyerbu Website-website Bangladesh. Padahal, kami sudah memberi warning," imbuhnya.


Menurut BlackOne, ini bukan kali pertama hacker-hacker Bangladesh meretas situs asal Indonesia. Dulu, BDGH pernah melakukan kesalahan yang sama, deface Website secara acak, namun rata-rata Website dari Indonesia.

"Saya sempat ngobrol sebentar dengan admin IFC. Namanya Mas Rio. Dialah yang memberi peringatan. Ketika itu mereka masih dimaafkan. Tapi, sekarang mereka melakukan kesalahan yang sama. Karena itu, kami lawan," kisah Rio.


Refrensi : VivaNews

Postingan Lama Beranda